Thursday, 12 December 2013

Senam Mata Mengatasi Kelelahan Pada Mata

Senam Mata Mengatasi Kelelahan Pada Mata

Jika Anda orang yang sehari hari beraktifitas dengan pekerjaan yang langsung berhadapan dengan layar komputer atau yang gemar main game ini adalah tips Senam Mata Mengatasi Kelelahan Pada Mata.

Jika kamu orang yang banyak menghabiskan didepan layar televisi, komputer, atau smartphone pastinya akan mengalami mata kelelahan. Untuk mengatasi lelah pada mata, maka salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan olahraga mata.
Sementara itu menurut ahli bedah mata dr Keiki Mehta, layaknya tubuh bagian lain. Mata juga harus diajak olahraga. Sebagai olahraga tersebut dapat membantu fungsi mekanik dan optik sehingga mneingkatkan kestabilan mekanik dan memperkuat otot mata.
Dilansir dari TimesofIndia, berikut beberapa gerakan olahraga mata yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kesegaran mata:
1. Berputar
Putarlah mata searah jarum jam, kemudian berlawanan arah jarum jam. Ulangi langkah ini setiap 30 menit. Hal ini penting lakukan terutama ketika kamu duduk berjam-jam di depan layar komputer atau sedang belajar dalam waktu yang lama.
2. Tutupi mata
Pejamkan mata dan tutupi dengan telapak tangan. Tekan mata dengan perlahan dan ringan, jangan terlalu menekannya. Cara ini bisa menenangkan mata yang lelah.
3. Fokus
Sekitar 30 detik, fokuskan pandangan ke objek yang jaraknya jauh dari posisi. Coba untuk pertahankan fokus, kemudian berkediplah dengan cepat beberapa kali. Setelah itu, arahkan fokus ke benda di sekitarnya selama 15 detik, pertahankan fokus, lalu berkedip cepat beberapa kali. Lakukan langkah ini sepuluh kali.
Pada dasarnya, mata dirancang agar bisa bekerja dengan baik jika arah pandangan ke bawah sebesar 25 derajat. Selain itu, untuk membaca, sebaiknya jangan gunakan cahaya redup sebab bisa membuat mata makin tegang. Jika mata sudah lelah, maka bisa sakit kepala terus menerus, penglihatan kabur, kelelahan, dan tidak bisa fokus pada objek.
Salah satu hal yang umumnya menyebabkan kelelahan mata adalah computer vision syndrome yakni menatap perangkat komputer, smartphone, atau video game dalam waktu yang lama. Sindrom ini mengakibatkan penurunan jumlah kedipan mata dan mata kering.

Monday, 11 November 2013

Hati-Hati Bahaya Benturan Kepala Pada Anak

Hati-Hati Bahaya Benturan Kepala Pada Anak

Jika mempunyai Anak super aktif memang sulit untuk kita jaga dari bahaya lingkungan sekitar, semua ingin dicobanya. jika Anak tiba-tiba terbentur, maka Anda harus waspadai bahaya benturan kepala pada anak yang mungkin terjadi.
Meskipun kepala terbentur merupakan sesuatu yang menjadi kekhawatiran saya sebagai orangtua, saya tahu saya tidak bisa mengurung anak untuk menghindari itu. Lagi pula, ketika saya mengalihkan perhatian barang sedetik, putra saya bisa saja terjatuh dan kepalanya terbentur lantai. Hal itu mungkin saja terjadi, kan?
Cedera otak dapat terjadi di mana pun dan kapan pun. Tapi percaya atau tidak, aktivitas apa yang paling sering menyebabkan cedera kepala di kalangan anak-anak adalah bersepeda, yang menyebabkan cedera kepala hampir dua kali lipat lebih sering dibandingkan sepak bola.
Menurut CDC (Centers for Disease Control), setiap tahun hampir setengah juta pasien rumah sakit untuk kasus kepala terbentur merupakan anak-anak berusia 14 tahun ke bawah. Sebagian besar pasien merupakan anak laki-laki berusia empat tahun ke bawah.
Anak yang pernah mengalami benturan di kepala yang cukup keras hingga mengalami gegar otak, biasanya setelah beranjak dewasa masih akan mengalami sejumlah keluhan antara lain sakit kepala, mual-mual, fokus penglihatan berkurang dan konsentrasi jangka lamanya terganggu. Di luar dampak fisik, mereka yang pernah mengalami gegar otak saat masih anak-anak mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas lain jika tidak benar-benar pulih.
Bahkan, jika dibandingkan dengan anak-anak lainnya, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang pernah menderita cedera otak atau gegar otak memiliki kemungkinan empat kali lebih besar didiagnosis mengalami depresi. Bahkan setelah para peneliti menetapkan angkanya dengan menghilangkan semua indikator depresi lainnya (situasi keluarga, risiko keturunan, dan lain-lain), anak-anak yang pernah mengalami cedera otak atau gegar otak masih memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami depresi.
Setiap kejadian gegar otak berbeda-beda, tergantung pada penderitanya dan kondisinya, sehingga gejala-gejala gegar otak (baik jangka pendek dan jangka panjang) dapat sangat bervariasi. Namun, jika anak Anda menderita cedera otak atau gegar otak, Anda tidak hanya perlu memerhatikan dampak fisik namun juga emosional.

Sunday, 3 November 2013

Tips Bekerja Saat Hamil

Tips Bekerja Saat Hamil

Kehamilan bagi ibu bekerja tak jarang menimbulkan kekhawatiran tersendiri, karena tugasnya menjadi ganda: menjaga kandungannya dan tetap bekerja dengan kehamilannya selama sembilan bulan ke depan. Dan karena kehamilannya itu juga, ‘mendadak’ ada pilihan yang tak mudah. Bagi sebagian ibu, meski memilih meneruskan bekerja, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri setelah melahirkan. Sedangkan bagi ibu-ibu yang mengalami komplikasi kehamilan atau kehamilannya dirasakan cukup berat, biasanya segera mengundurkan diri dalam waktu tiga bulan. Tentu saja sebagian ibu lainnya bisa melalui proses kehamilan dengan baik selama bekerja, serta kembali bekerja setelah selesai cuti persalinan.

Apapun pilihannya, ada beberapa saran bagi ibu bekerja yang bisa dipertimbangkan, yakni:

Tips Bekerja Saat Hamil - Segera memberitahu kehamilan Ibu pada perusahaan. Semakin cepat perusahaan dan rekan-rekan kerja tahu, justru dapat memberikan dukungan agar Ibu lebih berhati-hati.
Tak jarang kemampuan kerja berkurang dibandingkan sebelum hamil. Bila memungkinkan, diskusikan dengan atasan atau perusahaan agar bisa dipindah ke bagian lain yang lebih ringan beban kerjanya hingga selesai cuti persalinan. Saat ini, banyak jenis pekerjaan yang bisa juga diselesaikan di rumah, atau dikerjakan dengan waku yang lebih fleksibel.
Pertimbangkan masak-masak setiap pilihan yang ada. Apakah nantinya tidak akan menyebabkan komplikasi atau masalah tertentu selama hamil dan proses persalinannya kelak?
Hamil tidak perlu menghambat pekerjaan di kantor, meski juga tetap harus mempertimbangkan kebaikan untuk diri sendiri, bayi yang kelak akan lahir, dan kepentingan keluarga.
Tanyakan waktu cuti, biaya persalinan, dan hak-hak Ibu pada perusahaan. Hal ini biasanya tercantum jelas pada kebijakan perusahaan, sehingga bisa ditanyakan ke bagian sumber daya manusia (SDM) perusahaan.
Jenis pekerjaan saat ini banyak yang mengandalkan komputer, sehingga sering menimbulkan masalah tersendiri akibat duduk terlalu lama, seperti tangan yang pegal, sakit pada leher dan bahu, serta punggung, dan mata lelah. Untuk menghindari hal tersebut bagi ibu hamil, maka silakan ikuti saran berikut:
- Sering beristirahat dan berjalan sebentar dalam ruangan
- Gunakan bantal kecil sebagai penyangga punggung bagian bawah
- Tinggikan kaki dengan menginjak penyangga atau bangku kecil
- Sesuaikan kursi dan perlengkapan komputer agar Ibu merasa nyaman
Sedangkan untuk mengatasi ketidaknyamanan yang berkaitan dengan kehamilan di tempat kerja, maka silakan ikuti beberapa tips berikut:
Tips Bekerja Saat Hamil - Rasa mual (bisa terjadi setiap saat, tidak hanya pagi hari):
• hindari bau atau makanan yang aromanya menganggu
• mengemil crackers atau makanan lunak lain yang rendah lemak
• makanlah 5-6 kali sehari, bukan tiga kali sehari
• minum banyak cairan sepanjang hari

Tips Bekerja Saat Hamil - Rasa lelah (terutama pada awal dan menjelang akhir kehamilan):

• sering beristirahat dengan berjalan-jalan sebentar, dan kalau bisa tidur sebentar setelah makan siang
• cepat tidur pada malam hari
• berolahraga ringan jika memungkinkan, yang akan membantu tubuh lebih berenergi sepanjang hari
• minum banyak cairan sepanjang hari
• makan makanan sehat, terutama yang kaya akan zat besi dan protein
• bersikap santai dan hindari situasi yang menekan.
Bagaimanapun keadaan yang Ibu rasakan di tempat kerja, tetap dahulukan kesehatan dan keselamatan Ibu dan calon bayi Ibu. Dengan demikian, Ibu diharapkan dapat menyeimbangkan peran sebagai karyawan dan juga sebagai ibu hamil selama masa kehamilan tersebut.

Tuesday, 22 October 2013

Tanya Jawab Benjolan Di Ketiak

Tanya Jawab Mengenai Benjolan Di Ketiak

Kelainan mendadak pada ketiak, harus segera diwaspadai. bahkan arus melakukan pemeriksaan lanjut pakah itu kelenjar getah bening, atau kah kanker?. semuanya bisa terjadi, untuk mencegahnya anda harus memeriksakan terlebih dahulu baru memberikan penanganan secar dini.
Sepertihalnya tanya jawab mengenai benjolan di ketiak dengan dr.hafidz N.
Dokter, saya mau cerita tentang benjolan yang ada di ketiak sebelah kiri saya. Benjolannya sudah lama udah bertahun-tahun. Sekarang usia saya 24 tahun, saya belum pernah periksa ke mana pun mengenai benjolan ini. Kalo saya raba itu ga sakit dok, tapi kalo saya tekan lumayan agak sakit tapi ga sakit-sakit amat. Dulunya kecil benjolan itu, kemudian agak membesar tapi hanya sedikit membesarnya, kemudian saya minum 1 minuman (kalo ga apa-apa saya sebut jenis minumannya) minuman itu namanya klorofil dari produk K-link. Kurang lebih saya mengonsumsi minuman itu alhamdulillah benjolannya mengecil, namun setelah saya berhenti mengonsumsi minuman itu,  benjolannya kaya membesar lagi gitu lho dok. Saya ga tau apa benjolan ini, apa yag harus saya lakukan dok? Apaah dokter bisa memberi penjelasan mengenai benjolan yang ada pada diri saya sebelum saya periksakan?

Jujur saya belum ada keberanian untuk diperiksa, soalnya saya takut dok akan hasilnya. Saya belum siap, apakah saya harus mengonsumsi minuman itu lagi atau bagaimana?
Saya berharap saran dari dokter, terima kasih dan wassalam…

Dari: Eva Martiana

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Saudari yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, terima kasih atas pertanyaan yang Saudari ajukan, semoga sedikit penjelasan dari kami dapat membantu.

Benjolan pada ketiak, jika saat diraba mudah digerakkan, ditekan terasa kenyal/tidak padat, tanpa disertai adanya keluhan di bagian tubuh lain di dekatnya, misalnya di bagian dada yang berdekatan, atau lengan, menurut kami kemungkinan besar adalah salah satu kelenjar getah bening yang mengalami pembesaran. Di daerah ketiak, sama seperti di daerah leher dan beberapa bagian tubuh lainnya, terdapat sekelompok kelenjar getah bening yang berfungsi salah satunya dalam menjaga imunitas tubuh. Kelenjar ini dapat membesar  dan terasa sakit (limfadenitis atau peradangan kelenjar limfa) atau tidak sakit (limfadenopati) jika ada infeksi atau peradangan di daerah sekitarnya, misalnya di bagian kulit sekitarnya, atau jika ada penyakit infeksi yang gejalanya menyerang seluruh tubuh, seperti TBC.

Yang perlu diingat bahwa sebagian besar pembesaran kelenjar getah bening hanyalah gejala, dan bukan penyakit utamanya. Jadi yang perlu diidentifikasi adalah penyakit utamanya. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening, antara lain TBC, infeksi toxoplasma, infeksi virus cytomegalovirus, penyakit tularemia, dan kanker payudara (kelenjar terasa keras dan padat). Penyakit tersebutlah yang lebih berdampak pada kesehatan, dibanding pembesaran kelenjar getah bening. Pada beberapa keadaan, pembesaran kelenjar dapat bertahan bahkan setelah penyakit utama sembuh (seluruh tubuh tidak ada keluhan, namun kelenjar tetap membesar).

Kemungkinan lain menurut kami adalah tumor jinak jaringan lemak, atau sumbatan kelenjar keringat bawah ketiak. Namun demikian, kami tetap menyarankan Saudari untuk memeriksakan lebih lanjut kepada dokter wanita yang amanah untuk mendapat diagnosis yang lebih dekat pada kebenaran. Pemeriksaan di awal dewasa ini semakin penting untuk menemukan penyakit-penyakit yang berat (jika ada), pada kondisi awalnya, sehingga bisa ditangani dengan lebih baik.

Mengenai konsumsi suplemen seperti yang Saudari sebutkan, tidak mengapa diteruskan jika memang dirasakan bermanfaat. Dan ada baiknya jika konsumsi tersebut dibarengi dengan pengetahuan Saudari akan kondisi Saudari yang sebenarnya, sehingga penggunaannya lebih tepat guna.
Allahu Ta’ala a’lam

Wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Friday, 4 October 2013

Mengatasi Munculnya Jerawat Di Punggung

Jerawat di wajah memang menyebalkan dan sangat mengganggu. Tap hal lain yang menyebalkan juga jika tumbuh jerawat di bagian tubuh lain seperti punggung. Tidak sedikit orang yang mengalami keadaan berjerawat di bagian punggung. Kulit yang sensitif dan rawan berjerawat adalah orang yang rentan mengalami masalah ini.
Seperti dilansir dari Our Vanity, ada beberpa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah pertumbuh jerawat di punggung ini. Yang paling penting adalah mandi dengan benar. Saat mandi pililah sabun antibakteri untuk mencegah bakteri perkembang di tubuh. Sebaiknya gunakan sabun yang mengandung asam glikolat dan hindari menggunakan sabun yang sangat wangi.
Pilihlah pakaian yang tidak terlalu ketat dengan bahan kain yang nyaman agar tubuh dapat bernafas dan mencegah keringat berlebih di bagian punggung. Mandi setelah beraktivitas dan berolahraga sangat penting untuk membersihkan keringat berlebihan dan menjaga kebersihan. Keringat berlebihan rentan memicu timbulnya jerawat.
Setelah mandi untuk mengatasi masalah jerawat pada punggung ini gunakan lotion yang mengandung benzoil peroksida. Atau gunakan lotion alami yang terbuat dari satu sendok makan minyak zaitun, 1 sdm calendula, 1 sdm minyak almond, dan 1 tetes chamomile campur bahan tersebut dan oleskan ramuan ini pada punggung.
Dan yang terakhir melakukan scrub rutin juga penting untuk mengurangi jerawat tubuh. Scrub ringan dapat membantu mengangkat sel kulit mati, dan meningkatkan pertumbuhan kulit baru serta membuat pori-pori kulit bisa bernafas dan terhindar dari kotoran yang menumpuk dan bisa menyebabkan punggung berjerawat.
Itulan beberapa tips untuk mengatasi masalah jerawat di bagian punggung Dreamers. Bila kulitmu rawan berjerawat penting untuk memperbanyak minum air putih dan banyak mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan dan omega-3. Semoga bermanfaat! (mya)

Sunday, 8 September 2013

Waspadai Adanya Benjolan

Waspadai Adanya Benjolan

ANDA punya benjolan di sekitar leher, ketiak atau di selangkangan? Jangan pernah sepelekan benjolan itu. Ada baiknya Anda segera konsultasikan hal ini dengan dokter, karena bisa jadi benjolan yang tadinya Anda anggap hanya benjolan biasa ternyata adalah tumor ganas (kanker) kelenjar getah bening atau sering disebut limfoma. Limfoma adalah kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh, termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah ataupun organ lain.
Hingga kini penyebab limfoma belum diketahui secara pasti. Penyebabnya multifaktor dan Ada empat kemungkinan penyebabnya yaitu faktor keturunan, kelainan sistem kekebalan, infeksi virus atau bakteri dan toksin lingkungan (herbisida, pengawet, pewarna kimia).
Ada dua jenis kanker sistem limfotik (limfoma) yang sering ditemukan yaitu penyakit Hodgkin (limfoma Hodgkin) dan limfoma non-hodgkin (NHL). Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah penyakit keganasan yang berkaitan dan mengenai sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi.
Khusus untuk Limfoma non Hodgkin (NHL) merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhannya setelah kanker kulit dan paru-paru. Angka kejadian NHL meningkat 80 persen dibandingkan tahun 1970-an. Setiap tahun angka kejadian penyakit ini meningkat 3-7 persen. NHL banyak terjadi pada orang dewasa dengan angka tertinggi pada rentang usia 45-60 tahun. WHO memperkirakan sekitar 1,5 juta orang di dunia saat ini hidup dengan NHL dan 300 ribu orang meninggal karena penyakit ini tiap tahun. Sekitar 55 persen dari NHL tipenya agresif (derajat keganasan tinggi) sehingga tumbuh dengan cepat dan menyebar. Jika dibiarkan tanpa pengobatan dapat mematikan dalam enam bulan.
Penyebaran Limfoma dapat dikelompokkan dalam 4 stadium. Stadium I dan II sering dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit, sementara stadium III dan IV dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut.

- Stadium I : Penyebaran Limfoma hanya terdapat pada satu kelompok yaitu kelenjar getah bening.
- Stadium II : Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, tetapi hanya pada satu sisi diafragma, serta pada seluruh dada atau perut.
- Stadium III : Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, serta pada dada dan perut.
- Stadium IV : Penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otak

Gejala

Gejala dan penyakit kanker kelenjar getah bening meliputi pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, ketiak atau pangkal paha. Pembengkakan kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan secara drastis, rasa lelah yang terus menerus, batuk-batuk dan sesak napas, gatal-gatal, demam tanpa sebab dan berkeringat malam hari.
Seringkali penderita tidak menunjukkan gejala khas dan hanya memiliki semacam benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening pada leher atau benjolan di ketiak. Benjolan ini jika ditekan tidak terasa sakit, berbeda dengan lymphadenitis (radang getah bening) yang akan terasa sakit jika ditekan. Karena tidak ada keluhan khas banyak pasien baru berobat saat masuk stadium lanjut sehingga sel kanker sudah menyebar dan sulit diangkat dengan operasi.

Diagnosis

Jika Anda mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening, maka dokter harus mencari tahu apakah gejala tersebut berasal dari kanker atau penyakit yang lain. Anda akan diminta menjalankan tes darah dan prosedur diagnostik berikut:
Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak dan selangkangan Anda. Dokter juga akan memeriksa limpa dan hati Anda untuk memastikan apakah ada pembengkakan.
Tes darah: Laboratorium akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa jumlah sel-sel darah. Laboratorium juga akan memeriksa zat-zat lain, seperti Lactate dehydrogenase (LDH). Limfoma menyebabkan tingkat LDH yang tinggi.
Sinar X untuk dada: Anda perlu menjalani sinar X untuk memeriksa kelenjar getah bening yang bengkak atau tanda-tanda penyakit lain di dada Anda.
Biopsi: Dokter akan mengambil jaringan untuk mencari sel-sel limfoma. Biopsi adalah satu-satunya cara terbaik untuk mendiagnosis limfoma. Dokter bisa mengangkat seluruh kelenjar getah bening (biopsi eksisi) atau hanya sebagian kelenjar getah bening (biopsi insisional). Kemudian dokter patologi akan memeriksa jaringan sel-sel limfoma dengan menggunakan mikroskop.